Tampilkan postingan dengan label teknik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknik. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 30 November 2013
Teknik drainase

Teknik drainase
Drainase (drainage) yang berasal dari kata kerja to drain yang berarti mengeringkan atau mengalirkan air, adalah terminologi yang digunakan untuk menyatakana sistim-sistim yang berkaitan dengan penanganan masalah kelebihan air, baik diatas maupun dibawah permukaan tanah. Pengertian drainase perkotaan tidak terbatas pada teknik pembuangan air yang berlebihan namun lebih luas lagi menyangkut keterkaitannya dengan aspek kehidupan yang berada di dalam kawasan perkotaan.Semua hal yang menyangkut kelebihan air yang berada di kawasan kota sudah pasti dapat menimbulkan permasalahan drainase yang cukup komplek. Dengan semakin kompleknya permasalahan drainase di perkotaan, maka di dalam perencanaan dan pembangunan bangunan air untuk drainase perkotaan, keberhasilannya tergantung pada kemampuan masing-masing perencana. Dengan demikian di dalam proses pekerjaan memerlukan kerjasama dengan beberapa ahli di bidang lain yang terkait.
Secara umum drainase didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari usaha untuk mengalirkan air yang berlebihan dalam suatu konteks pemanfaatan tertentuSedangkan drainase perkotaan adalah ilmu drainase yang meng-khususkan pengkajian pada kawasan perkotaan yang erat kaitannya dengan kondisi Lingkungan Fisik dan Lingkungan Sosial Budaya yang ada di kawasan kota tersebut. Drainase perkotaan merupakan sistim pengeringan dan pengaliran air dan wilayah perkotaan yang meliputi : Pemukiman, kawasan industri & perdagangan, sekolah, rumah sakit, & pasilitas umum lainnya, lapangan olah raga, Lapangan parkir, instalasi militer, instalasi listrik & telekomunikasi, pelabuhan udara, pelabuhan lautlsungai serta tempat lainnya yang merupakan bagian dari sarana kota. Dengan demikian Kriteria Desain drainase perkotaan memiliki ke-khususan, sebab untuk perkotaan ada tambahan variabel design seperti : keterkaitan dengan tata guna lahan, keterkaitan dengan master plan drainase kota, keterkaitan dengan masalah sosial budaya (kurangnya kesadaran masyarakat dalam ikut memelihara fungsi drainase kota) dan lain-lain.
Materi Kuliah Drainase :
Bab I. Pendahuluan Bab II. Aspek Hidrologi
Bab III. Aspek Hidrolika
Bab IV. Sistem Drainase
Bab V. Langkah2 PerencanaanBab VI. Drainase Khusus
Materi Elearning Gunadarma :
Referensi; https://sites.google.com/site/kisaranteknik/assignments/teknik-drainase
Selasa, 22 Oktober 2013
Teknik Pemijahan Udang Galah Giant Fresh Water Macrobrachium rosenbergii de Man
Tentu kita sering menikmati hidangan laut, baik itu hasil olahan sendiri maupun hidangan restoran maupun rumah makan hidangan laut / Seafood. Salah satu favorit kita adalah udang. Udang memiliki rasa yang gurih yang tajam, sehingga banyak orang menyukai udang sebagai lauk utama. Walau pun untuk harga, udang relatif lebih tinggi di banding menu lain, namun kelezatannya sebanding dengan harganya. Tapi taukah kita bahwa tidak semua udang yang disajikan merupakan hasil laut, bahkan udang-udang tersebut merupakan hasil tambak budidaya para petani udang. Udang sendiri tidak hanya berasal dari air asin di laut namun adapula udang yang yang hidup di air tawar. Salah satu jenis udang yang populer di budidayakan adalah UDANG GALAH. UDANG GALAH merupakan udang air tawar yang memiliki ukuran cukup besar dan rasa UDANG GALAH yang lezat tidak kalah dengan Udang air asin. Sehingga secara nilai ekonomis, UDANG GALAH memiliki nilai ekonomis yang tinggi baik untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor. Permintaan akan udang selalu meningkat dari tahun ke tahun. Untuk memenuhi kebutuhan pasar akan UDANG GALAH maka dibutuhkan suatu teknik yang dapat memproduksi UDANG GALAH dalam skala yang cukup besar dan waktu yang relatif terukur.
Morfologi UDANG GALAH
Sebelum membahas lebih lanjut tentang Budidaya UDANG GALAH, perlu diketahui morfologi dari UDANG GALAH. UDANG GALAH masuk dalam famili Palamonidae.
Bentuk badan udang terdiri atas 3 bagian :
(1) kepala dan dada (Cephalothorax),
(2) badan (Abdomen) serta
(3) ekor (Uropoda).
Kepala (Cephalothorax) dibungkus oleh kulit keras, di bagian depan kepala terdapat tonjolan karapas yang bergerigi disebut rostrum pada bagian atas sebanyak 11-13 buah dan bagian bawah 8-14 buah.
UDANG GALAH dapat hidup di dua habitat, pada stadia larva, UDANG GALAH hidup di air payau dan kembali ke air tawar pada stadia juvenil hingga dewasa. Pada stadia larva perubahan metamorfose terjadi sebanyak 11 kali dan berlangsung selama 30-35 hari. UDANG GALAH bersifat omnivora, cenderung aktif pada malam hari.
Untuk membedakan antara udang jantan dan udang betina maka perlu melihat ciri fisik seperti:
Udang jantan :
Ukuran tubuh relatif lebih besar
Pasangan kaki jalan yang kedua relatif lebih besar dan panjang (bahkan dapat mencapai 1,5 kali panjang total tubuhnya)
Bagian perut lebih ramping
Ukuran pleuron lebih pendek
Alat kelamin terdapat pada basis pasangan kaki jalan kelima
Pasangan kaki jalan terlihat lebih rapat dan lunak.
Udang betina :
Tubuh lebih kecil
Pasangan kaki jalan kedua tetap tumbuh lebih besar, tetapi tidak sebesar dan sepanjang udang jantan
Bagian perut lebih besar
Pleuron memanjang
Alat kelamin terletak pada pangkal kaki ketiga, merupakan suatu lubang yang disebut thelicum.
PROSES REPRODUKSI UDANG GALAH
Kegiatan pemijahan secara alami yaitu dengan memasangkan induk jantan dan betina yang matang gonad /siap kawin ke dalam wadah pemeliharaan yang sama. Dalam proses pemijahan UDANG GALAH di perlukan waktu relatif singkat berkisar di satu ate dua hari, hal ini berbeda seperti pada proses perkawinan ikan budidaya lainnya -misalnya ikan mas, UDANG GALAH yang telah matang gonad akan memijah / kawin secara alami. Pada proses pemijahan UDANG GALAH, proses perkawinan UDANG GALAH sangat dipengaruhi dan berkaitan erat dengan proses moulting (pergantian kulit) pada induk betina. Proses moulting dan pemijahan dipengaruhi oleh kelenjar hormon yang terdapat pada tangkai mata.
Sebelum terjadinya proses perkawinan, udang betina berganti kulit terlebih dahulu yang disebut premattingmoult. Setelah udang betina mengalami pergantian kulit, keadaannya menjadi lemah pada saat inilah perkawinan akan terjadi. Proses perkawinan UDANG GALAH berlangsung secara sederhana. Udang jantan akan mengeluarkan spermanya dan sperma tersebut akan ditampung pada spermatheca diantara kaki jalan betina. Proses selanjutnya adalah proses pembuahan yang terjadi di luar tubuh induknya. Kejadian ini berlangsung pada saat telur turun melalui lubang kelamin, yang kemudian akan dipindahkan ke tempat pengeraman. Telur yang terdapat pada spermatheca akan dibuahi oleh sperma. Setelah pembuahan berlangsung, telur diletakkan pada ruang pengeraman yang terdapat diantara kaki renang induk betina hingga saatnya menetas.
Di alam bebas proses pemijahan umunya terjadi di muara sungai. Di daerah tropis seperti Indonesia proses pemijahan sangat mungkin terjadi sepanjang tahun. Secara biologi proses pemijahan ini akan terjadi di muara sungai karena larva/naupli UDANG GALAH hanya akan dapat hidup dan berkembang pada kondisi air payau (kadar garam 8-12 ppt).
Sumber : http://binaukm.com/2011/11/peluang-usaha-budidaya-udang-galah-teknik-pemijahan-udang-galah-giant-fresh-water-macrobrachium-rosenbergii-de-man-bagian-1/
Langganan:
Postingan (Atom)