Tampilkan postingan dengan label saat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label saat. Tampilkan semua postingan
Senin, 16 Desember 2013
Tips Agar Tetap Produktif Saat di Perjalanan

1. Manfaatkan Ponsel Pintar Anda
Dengan beragam fitur yang terbenam di dalamnya, termasuk aplikasi-aplikasi bisnis, maka jangan biarkan smartphone anda hanya berfungsi untuk komunikasi dan internetan saja. Maksimalkan fungsi kalender dan timer untuk mencatat dan mengingatkan jadwal-jadwal anda. Jika sering bepergian dengan pesawat terbang, gunakan aplikasi pencatat jadwal penerbangan. Jadikan ponsel tersebut sebagai salah satu asisten pribadi anda.
2. Catat dan Tuangkan Ide Anda dalam Satu Tempat
Terkadang inspirasi bisa datang kapan saja termasuk ketika sedang berada di perjalanan menuju ke tempat kerja. Maka, jangan biarkan ide anda menghilang begitu saja karena lupa mencatat atau merekamnya. Setiap anda punya gagagsan yang bagus ataupun hanya ide kecil, jangan lupa untuk mencatatnya dalam satu tempat, misalnya di dalam buku pribadi, di ponsel, atau di laptop. Banyak pebisnis, pekerja kantoran dan eksekutif muda yang melek teknologi lebih memilih layanan online sebagai media penyimpanan data atau ide gagasan, misalnya aplikasi Evernote.
3. Tetap Konsentrasi
Tetaplah konsen terhadap apa yang sudah direncanakan sebelumnya. Jangan terlalu peduli dengan hiruk-pikuk orang di sekeliling anda. Patuhi schedule yang telah tersusun sebelumnya.
4. Bawalah Barang-barang yang Berguna
Ketika anda harus bepergian jauh untuk urusan bisnis, pakailah pakaian yang nyaman, comfortable, dan sesuai dengan situasi. Bawalah benda-benda yang penting dan berguna, misalnya alat tulis, vitamin, jam tangan, charge handphone dan benda vital lainnya. Jangan sampai anda membawa barang banyak yang justru menghambat produktifitas, apalagi jika mengganggu tujuan utama anda.
5. Manfaatkan Celah untuk Perkembangan Diri Anda
Bila anda tidak mengendari kendaraan sendiri dalam menempuh perjalanan tersebut, maka manfaatkan celah waktu untuk mengembangkan potensi diri anda, baik yang menyangkut wawasan bisnis, rencana-rencana kecil, intropeksi sikap, atau melatih daya pikir. Anda bisa memanfaatkan jaringan internet, buku bacaan, atau koran guna menambah pengetahuan dan kemampuan diri anda. Dengan kata lain "Invest in personal growth".
Sabtu, 23 November 2013
Kampung dengan suhu paling Dingin Di DUnia saat ini

Brrrrrr…Brrrrr…dingiiiiiiin. Eitts, sedingin apapun suhu di Indonesia pasti masih terbilang “panas” dibanding suhu di desa Omyakon, Rusia. Masa sih?
Desa Omyakon di wilayah Yakutia, Rusia Timur terkenal sebagai desa terdingin di dunia. Gimana enggak, suhu desa itu di bulan Januari rata-rata adalah -50 derajat Celcius.
Bahkan, pernah tercatat suhu di desa ini anjlok hingga -71 derajat Celcius. Suhu ini adalah suhu terdingin untuk sebuah permukiman manusia di Bumi. Huwaaaa, tarik pakai jaket dan tarik selimuuuuut terus deh nih! Hihihihii…
Desa yang kini berpenduduk 500 orang itu, pada 1920-an hingga 1930-an hanyalah sebuah tempat perhentian kecil para penggembala rusa nomaden untuk memberi minum ternaknya di sebuah sumber air panas.
Namun, pemerintah Uni Soviet pada saat itu membuat suku-suku nomaden ini menetap agar mereka bisa diawasi dengan mudah serta bisa berkembang budaya dan teknologinya.
Kesulitan sehari-hari di Omyakon enggak lain adalah suhu dingin yang membekukan hampir semua yang ada di sana, mulai dari tinta pulpen yang beku, gelas membeku hingga baterai kehilangan tenaganya.
Enggak jarang loh sobat teen penduduk membiarkan mesin mobilnya menyala sepanjang hari karena khawatir akan susah dihidupkan dalam kondisi dingin.
Masalah lain adalah saat warga akan memakamkam jenazah. Kondisi yang beku membuat prosesi pemakaman bisa memakan waktu hingga tiga hari. Tanah terlebih dulu harus dicarikan sebelum bisa digali.
Selanjutnya, batu bara panas ditempatkan di sekeliling liang lahat yang sedang digali. Proses ini diulang beberapa kali hingga lubang cukup dalam untuk memakamkan jenazah.
Meski sudah berpuluh tahun menjadi sebuah permukiman permanen, kehidupan di desa Omyakon masih sangat sederhana. Sebagian besar rumah masih menggunakan batu bara dan kayu untuk pemanas.
Enggak ada tumbuhan yang tumbuh di Omyakon. Sehingga warganya mengandalkan daging rusa dan kuda sebagai makanan utama. Wah, enggak makan sayuran dong nih ya!
Meski hanya makan daging, penduduk desa ini enggak mengalami malnutrisi alias kurang gizi. Penyebabnya karena susu rusa dan kuda yang mereka konsumsi mengandung banyak mikronutrien.
Satu hal unik lain dari desa dingin ini adalah nama Omyakon, yang ironisnya berarti “air yang tidak pernah membeku”. Nama ini merujuk pada sebuah sumber air panas enggak jauh dari lokasi desa.
Langganan:
Postingan (Atom)