Tampilkan postingan dengan label harus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label harus. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Februari 2014

ketika harus memilih

Dulu aku pernah berfikir, bahwa setiap manusia pasti ingin memiliki seorang kekasih. Kekasih yang akan terus bersamanya, sehidup semati, dalam suka maupun duka tak akan terpisahkan.

Sekarang, aku memilih amal sholeh sebagai kekasihku. Karena ternyata hanya amal sholeh-lah yang akan terus menemaniku,
bersamaku, bahkan menemaniku dalam kuburku, kemudian amal sholehku pula lah yang menemaniku menghadap Allah.

Dulu aku pernah berfikir, setiap manusia pastilah punya goresan masalah dengan manusia lain, sehingga wajar jika manusia memiliki musuh masing-masing.

Sekarang aku memilih menjadikan setan sebagai musuh utamaku, sehingga aku lebih memilih melepaskan kebencian, dendam, rasa sakit hati, dan permusuhanku dengan manusia lain.

Dulu aku pernah selalu kagum pada manusia yang cerdas, dan manusia yang berhasil dalam karir, atau kehidupan duniawinya.
Sekarang aku mengganti kriteria kekagumanku ketika aku menyadari bahwa manusia hebat dimata Allah, adalah hanya manusia yang bertaqwa. Manusia yang sanggup taat kepada aturan main Allah dalam menjalankan hidup dan kehidupannya.

Dulu aku akan marah dan merasa harga diriku dijatuhkan, ketika orang lain berlaku zhalim padaku, menggunjingkan aku, menyakiti aku dengan kalimat kalimat sindiran yang disengaja untuk menyakitiku.

Sekarang aku memilih utk bersyukur dan berterima kasih, ketika meyakini bahwa Allah tetapkan akan ada pemindahan pahala dari mereka untukku, saat jika aku mampu bersabar.
Dan aku memilih tidak lagi harus khawatir, karena harga diri manusia hanyalah akan jatuh di mata Nya, ketika dia rela menggadaikan dirinya untuk mengikuti hasutan setan.

Dulu aku yakin, dengan hanya khatam Al Quran berkali kali maka jiwaku akan tercerahkan.
Sekarang aku memilih untuk mengerti dan memaknai artinya dengan menggunakan akalku, dengan mengaktifkan qolbuku dan mengamalkannya dalam keseharianku, maka pencerahan itu baru bisa aku dapatkan.

Ketika aku harus memilih, bantu aku Yaa Rabbi, untuk selalu memilih yang benar dimata Mu. dan bukan sekedar benar di mata makhluk-Mu saja. Ijinkan dan mudahkan aku Yaa Rabb. Sesungguhnya Engkaulah penggenggam semua keputusan apapun di seluas alam semesta ini, Aamiin.


sumber :  kata-kata hikmah
Read More..

Kamis, 19 Desember 2013

Kemendikbud Harus Awasi Ketat Buku Pelajaran Sekolah

Satuan Tugas Perlindungan Anak (Satgas PA) mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus melakukan pengawasan ketat terhadap buku-buku pelajaran sebelum masuk ke sekolah, sehingga materi-materi yang tidak sesuai dengan norma tidak mempengaruhi anak didik.

"Kemendikbud harus segera berbenah dan melakukan pengawasan ketat," kata Ketua Satgas PA M Ihsan di Jakarta, Jumat.

Hal itu disampaikan terkait munculnya gambar artis film dewasa, Miyabi di buku LKS SMP di Mojokerto, Jawa Timur. Foto artis Jepang itu muncul pada LKS Bahasa Inggirs kelas tiga SMP Islam Brawijaya.

Menurut Ihsan, Kemendikbud lagi-lagi kecolongan, sebab sebelumnya juga muncul cerita tentang poligami di buku pelajaran siswa SD di Jakarta.

Cerita poligami "Bang Maman Dari Kali Pasir" tersebut, sempat menghebohkan beberapa waktu lalu.
Menurut Ihsan, kasus tersebut harus menjadi pelajaran bagi Kemendikbud untuk membuat kebijakan dan lembaga pengawas materi pelajaran sekolah, sehingga semua materi harus melalui rekomendasi lembaga pengawas sebelum masuk ke sekolah.

"Kita menyadari bahwa banyak kebijakan yang dijadikan rujukan dalam penyediaan buku dan bahan bacaan siswa. Untuk menyelamatkan siswa dari pengaruh negatif dan misi tersembunyi yang sengaja masuk ke sekolah-sekolah, maka Mendikbud harus segera berbenah dan melakukan pengawasan ketat," tambah dia.

Jika tidak ada respon dan langkah kongkrit menyikapi lemahnya sistem pengawasan materi pelajaran di sekolah, Presiden harus menegur dan meminta pertanggungjawaban dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Hal itu sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap kepentingan terbaik bagi anak Indonesia, dan melindungi anak Indonesia dari pengaruh negatif yang sengaja merusak generasi penerus bangsa. 
Sumber


Siswa SD Disuguhi Buku Penjaskes Berbau Pornografi 

SAMARINDA - Setelah siswa SD di Kabupaten Bandung Jawa Barat dihebohkan dengan beredarnya buku bacaan siswa SD berbau pornografi, kali ini siswa kelas V SD Negeri 022 Sei Keledang, Kota Samarinda mengalami nasib serupa. Pasalnya siswa disuguhi soal Pekerjaan Rumah (PR) yang mengandung muatan pornografi oleh guru kelasnya.

Soal yang diduga berbau porno tersebut termuat dalam pilihan ganda dan esai di buku mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan kelas V SD yang diterbitkan Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional, dengan penerbit PT BSE dan diperbanyak CV Karunia. Buku itu ditulis Giri Verianti.

Dalam soal PR siswa kelas V yang ditugaskan gurunya pada Jumat (14/9/2012) kemarin dan disuruh kumpulkan Sabtu (15/9/2012) hari ini, memuat beberapa soal pilihan ganda A,B,C dan D serta esai yang kalimatnya mengandung unsur pornografi seperti, "Bila kita melakukan hubungan seksual, maka.....?. "Alat kelamin perempuan dinamakan?". "Sperma keluarnya lewat mana?".

"Kebetulan tadi malam siswa hendak mengerjakan soal itu karena dikumpul Sabtu hari ini, jadi anak saya karena tidak tahu jawabannya, dia nanya ke kami (orangtua)," ujar orangtua murid yang enggan disebut namanya, kepada Tribun Kaltim (Tribun Network), Sabtu (15/9/2012).

Menurut orangtua murid tersebut, tadi di sekolah, ketika PR itu dikumpulkan, sebagian besar siswa tidak mengerjakan karena tidak mengerti.

"Anak-anak yang lain katanya enggan mengerjakan soal itu karena tidak mengerti," ungkapnya.
Orangtua murid itu menilai, dalam buku Penjaskes tersebut terdapat dua lembar soal pilihan ganda dan esai yang memiliki muatan pornografi.

"Saya kira buku itu tidak pantas dijadikan pedoman karena mengandung unsur pornografi," katanya.
Dikonfirmasi terkait adanya soal PR berbau porno yang termuat dalam buku Penjaskes itu, Kepala SDN 022 Samarinda Seberang, Yusran SPd mengaku, dirinya belum mengetahui terkait adanya soal PR yang berbau pornografi.

"Sampai saat ini saya belum tahu, informasi dari orangtua murid maupun dari guru yang bersangkutan juga belum ada," kata Yusran.

Dia berjanji, akan segera menelusuri keberadaan buku yang memuat soal PR berbau pornografi itu.

"Insya Allah kita akan coba telusuri dan konfirmasi dengan guru yang bersangkutan. Kita ingin tahu kalimat soalnya seperti apa, apakah soal itu dia buat sendiri atau diambil dari buku panduan lain. Biasanya kalau untuk PR, kebanyakan guru itu mengambil dari buku lain, entah dari penerbit mana kita enggak tahu," jelasnya. Sumber



Read More..